Mungkin lelap adalah gerbang menuju ruang kerinduan. Lalu mimpi adalah pesan pesan yang mengkristal. Atau hanya sepi yang sedang mempermainkan. Hingga tangan menjalin, menggenggam erat, dalam sebuah spasi dimana aku dan kamu menjadi bagian. Saus terbang. Maka bangun adalah pisau yang menusuk.
Thursday, August 21, 2014
Lelap Adalah Gerbang Menuju Ruang Rindu
Mungkin lelap adalah gerbang menuju ruang kerinduan. Lalu mimpi adalah pesan pesan yang mengkristal. Atau hanya sepi yang sedang mempermainkan. Hingga tangan menjalin, menggenggam erat, dalam sebuah spasi dimana aku dan kamu menjadi bagian. Saus terbang. Maka bangun adalah pisau yang menusuk.
Sunday, August 17, 2014
Sore Merbabu
![]() |
| Merbabu, Pos 3, jalur Cunthel |
Kepada siapa senja merona? Kepada pundak-pundak yang menahan beban. Kepada kaki-kaki yang melawan, melangkah pelan. Kita dapat berlari atau melompat atau berdiam. Juga duduk dan bersenandung pelan. Atau berkhayal? Silahkan saja, senja dan langit ini milik kita. Dan tidak perlu khawatir, senja tidak berhipokrisi. Kita tahu setelah ini akan gelap. Senja telah memberi tahu. Senja selalu memberi tahu. Tidak perlu khawatir. Bukankah ada penerang di tas-tas kita? Meskipun kamu bilang tidak ada penerang dihari-hari kita. Maka berhentilah sejenak, dan senja akan mengobati.
Lalu dapat kita mulai senja kita dengan membebaskan punggung kita dari rasa nyeri. Mebebaskan senang-senang yang terkubur rasa lelah. Membebaskan pikiran kita menuju cabang-cabang Ygdrasil. Membebaskan bekal-bekal dari dalam tas-tas kita. Karena senja ini adalah perayaan. Perayaan menuju kesenangan-kesenangan. Perayaan yang mengalun cepat dan pelan, dengan kesenangan yang mengambang. Tiap nanometer. Maka mulailah tertawa riang bersama remah-remah wafer yang bertaburan di rerumputan. Merayakan garis takdir yang bersilang. Menertawakan kemarin dan nanti. Hingga disini mulai dingin.
Juga disana dapat kamu temui dirimu duduk bersama siapapun yang kamu mau. Berpegangan tangan, ataupun melingkarkan lengan. Mengupacarakan senja yang akan berlalu. Mengantarkan Ra menuju dunia bawah. Dalam diam, atau dalam cengkrama. Terserah, bukankah senja dan langit ini milik kita. Maka sejenak, sebelum senja berlalu. Sebelum malam menguasai waktu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

