Thursday, November 14, 2013

Memilih Rindu

Hidup itu penuh dengan pilihan, dan kita punya kemampuan penuh dalam memilih pilihan-pilihan yang ada.

Kita, manusia, setiap dari kita adalah satu unit yang punya kebebasan untuk menentukan jalannya. Jadi, jangan sampai merasa melakukan sesuatu karena orang lain. Karena itu bohong. Karena, pada akhirnya kita selalu punya pilihan. Pilihan untuk melakukanya, atau tidak. Iya, masing-masing dari kita adalah satu.

Kita, manusia, masing-masing dari kita tidak hidup sendiri. Kita hidup bersama. Saya, kamu, dan manusia-manusia lain, serta entitas-entitas lain, juga ada di dunia ini. Berbagi, dan terhubung. Tindakan tindakan atas pilihan yang diambil, akan dirasakan juga oleh unit lain, manusia lain. Yang mereka, juga punya kebebasan penuh untuk menentukan tindakannya, mengambil pilihannya, atas apa yang dirasakannya. Semua saling terhubung, yang membentuk kesatuan. Iya, masing-masing dari kita adalah sebagian.

Seperti sekarang. Atas adanya kamu yang juga berbagi dunia dengan saya. Atas tindakanmu, jauh maupun dekat, dalam rentang waktu sebelum ini. Atas itu, saya merasakan ini. Dan atas ini, saya mengaku rindu. Rindu yang tidak seberapa, karena pada akhirnya saya memilih untuk tetap merindu, dari pada berusaha berdiri diantara celah waktu untuk bertemu kamu. Tapi iya, rindu ini benar-benar ada.

No comments:

Post a Comment